hari jumat kemarin ketika sedang menyimak mata kuliah matrikulasi (statistik) aku ngeliat ada orang yang lewat di depan kelasku dan dia sempat nengok juga ke dalam kelas, kayaknya sih dia lihat aku (pede banget). cuman sambil lewat aja. ada yang aneh aja ketemu dia lagi, dia bukan orang sembarang sih, karena itu kale sempat ngebuat perasaan aku terasa ser gimana gitu. enggak perlulah disebut siapa dia, yang pasti orang itu pernah menjadi sosok yang sangat berarti di hatiku dan menjadi inspirasiku dalam banyak hal......waktu itu memang telah berlalu lama, dan mungkin sekarang ini aku sudah berdamai dengan kenyataan tentang dia, bahwa kami tidak mungkin bisa bersama (lain cerita kalau akhirnya dia yang jadi jodohku ataupun sebaliknya). sekarang ada penghalang yang nyata, dia yang tidak lagi sendiri, ataupun aku yang ingin menikmati kehidupanku yang sekarang tanpanya. mungkin akan banyak hal indah di depan sana yang akan bisa mewarnai hari2ku selain memikirkan dan berharap tentangnya. bukannya sok enggak butuh dia atau apapun, aku sadar keterbatasan hati manusia yang sangat mudah goyah bila berhadapan dengan yang namanya perasaan. dan aku hanya berani bilang untuk hari ini, entahlah esok atau lusa. semua itu masih misteri.......enggak lucu kalo tiba2 aku dah ngejelek2in dia trus tiba2 malah jalan ma dia di lain kesempatan. apa enggak ngejilat ludah sendiri? yang bisa aku lakukan sekarang bukannya menyingkirkan semua tentang dia,,,,konon katanya semakin kita mencoba buat melupakan seseorang maka semakin sulit dia buat dilupakan (kebenarannya tidak seratus persen juga, tergantung yang ngejalanin,,,,,tapi kita ngikut aja deh). ngejalin hidup apa adanya aja,biarkan mengalir sebagai mana mestinya,,,,,bahasa kerennya go let it flow (semoga enggak salah).....tsah....begitu juga dengan masalah hati dan perasaan. lambat laun waktu akan menjawab yang sebenarnya, apa yang terbaik untuk kita. enggak perlu takut juga buat ketemu ma orang yang pernah kita cintai (meskipun kenyataannya kita dibuat kecewa dan sakit hati karenanya). jangan sembunyi di balik rasa sakit, yakin aja kalau semua akan baik2 saja......
balik ke topik lain, kali ini mengenai situasi kuliah yang kujalani deh. ada banyak karakter dan sikap yang kutemui terutama dari segi usia, banyak yang berbeda (mereka kebanyakan sudah bekerja), perbedaan itu membuat situasi kelas menjadi lebih humoris. semoga aja......mengenal pribadi orang bisa jadi menyenangkan atau malah membikin bete, apalagi bila mulai ditemukan pertentangan2 yang berbeda misalnya dalam memandang suatu masalah. aku menemukan hal itu,,,,memang sih baru mengenalnya, bisa jadi karena aku kurang begitu tahu tentang dia, anggap aja ini penilaian sekilas saja, semoga ke depannya, dia tidak seperti yang kubayangkan. ada juga yang kemana2 selalu lengket, sampai ada yang menganggap mereka pasangan pasutri (menurut pengakuannya yang kudengar dari seorang teman, mereka masih dalam taraf pacaran). aneh aja sih,,,,,,di lingkungan pendidikan yang seharusnya bisa membuat orang menjadi lebih dewasa dalam berfikir dan bertindak ini, aku melihat mereka justru seperti pada masa2 kul s1 kemarin.....sibuk dengan pasangannya sendiri dan kurang membaur dengan orang lain. tapi kembali lagi, itu hak mereka sih, mereka yang punya hidup mereka sendiri, so terserah mereka mau ngapain aja. orang lain paling hanya sebagai penonton aja dan hanya berkomentar (itupun kalau masih penting2 banget). ada juga orang2 baru (dalam arti, mereka baru masuk kelas matrikulasi padahal dah mulai dari minggu kemarin, jadi masih belum kenal, bahkan namanya pun belum tahu juga, semoga dengan berjalannya waktu, akan terjalin keakraban di antara semua penghuni kelas, solid maksudnya)hehe. ada juga yang sudah mulai keluar sifat aslinya,,,,,suka ceplos2, suka ngelucu.......so, itulah dinamika hidup. hendaknya perbedaan itu jangan membuat perpecahan, menjadikan pertemanan mengelompok, membedakan antara satu orang dengan orang yang lain. terima semuanya apa adanya, setiap orang punya kelebihan dan kekurangan sendiri2,,,,toh enggak ada manusia yang sempurna juga,,,,,,,kalau kita bisa menerima diri kita dengan utuh, mengapa tidak hal itu juga berlaku buat orang lain........bukankah lebih baik berteman dengan kejujuran daripada kemunafikan ^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar