Jumat, 11 Desember 2009

pengumuman CPNS

akhirnya saat-saat yang ditunggu itu bener2 datang juga, dan cuma ada dua kemungkinan di dalamnya. berhasil dalam tes CPNS atau malah sebaliknya. persentasi yang terbanyak justru yang gagal. tidak dapat dipungkiri, rasa sedih, kecewa itu manusiawi sebagai individu yang berharap banyak untuk sukses dalam ajang tes CPNS. masalahnya sekarang adalah bagaimana caranya agar kita bisa mengelola kegagalan kita untuk menjadi cambuk bangkit dari kegagalan tersebut. hal ini cukup penting karena ketika seseorang tidak siap untuk menerima kegagalan dirinya sendiri, dia akan cenderung menyalahkan dirinya sendiri terlalu berlarut2. baginya dunia terasa kelam dan gelap, seperti tidak ada tujuan lain yang ingin dicapai dalam hidup selain memenangkan ajang pertarungan dalam penerimaan CPNS. padahal sebenarnya kalau kita mau melihat lebih jauh lagi, ada banyak hal yang menyebabkan seseorang bisa tembus menjadi CPNS, diantaranya adalah faktor luck,,,,,,
banyak yang bilang kegagalan dalam CPNS bukan akhir dari segalanya, toh dunia tidak akan kiamat hanya karena kamu tidak lulus dalam tes CPNS. kalau boleh jujur, aku sangat sependapat dengan hal tersebut. masih banyak hal positif yang bisa aku, kamu atau kalian lakukan, bisa jadi itu semacam peluang buat lebih mengembangkan potensi diri dan mengaktualisasikan diri di luar lingkungan CPNS yang tadinya ingin dijalani. siapa tahu di tahun yang akan datang, aku, kamu atau kalian justru akan lebih sukses lagi....amin.....(buat menghibur hati yang karena gagal...hehehehe)



Rabu, 21 Oktober 2009

apa ya?

udah hampir sebulan sejak acara wisuda kemarin dan sudah selama itu pula mengenakan gelar sarjana dibelakang nama. bangga iya juga sih tapi ada enggak enaknya juga apalagi bagi yang belum kerja...kayaknya beban moral banget deh...udah disekolahin tinggi2 tpi masih aja nganggur....tambah puyeng deh pikiran. kadang memang enggak semua orang beruntung setelah lulus kuliah langsung dapat kerja. ada juga yang mesti extra kerja keras dulu nyari kerja ke sana kemari namun tetap aja enggak dapat2. dan ketika berhadapan dengan realita yang terakhir ini, rasanya dukungan orang2 terdekat terutama keluarga sangat diperlukan. jangan memojokkan dan merendahkan juga sikap yang hendaknya ada,,,,karena biasanya pada saat2 seperti itu, perasaan seseorang cenderung sangat sensitif,,,,

Senin, 31 Agustus 2009

pulang kampung

seneng bisa berkumpul bersama keluarga, apalagi melewati saat berbuka dan sahur dengan seluruh anggota keluarga menjadi kebahagiaan tersendiri, terutama bagi mereka yang dalam kehidupan sehari2nya jauh dari kebersamaan keluarga misalnya mahasiswa yang ngekos atau yang punya kerjaan jauh dari keluarga (jadi sedih kalo udah ngebicarain masalah keluarga ini) hik....hik.....
cuman sebenarnya tidak semua orang mengalami hal yang indah tentang keluarganya......ada juga yang memilih hidup berjauhan dengan keluarganya, entah karena ketidakutuhan keluarga ataupun untuk menghindari konflik di dalam keluarganya....
konflik itu sendiri bermacam2,mulai dari ketidakcocokan sesama saudara, hingga perbedaan visi dan misi dengan orang tua.... dan yang terakhir ini yang paling enggak ngenakin. secara orang tua ndiri gitu loh,,,,takut2 ntar malah dikutuk jadi batu (malin kundang versi terbaru)
nah, buat yang punya konflik ma orang tua, entah itu ibu bapak, atau ibu dan bapak dri ibu bapak, or siapapun yang pastinya usianya lebih tua dari kamu...cara yang paling aman adalah sumpel tuh telinga kamu, entah itu dengan kapas ataupun headset (bandingin dulu antara 2 itu yg mana yg paling efektif), kalau mereka lagi nyap2 yang enggak enakin. hal ini cukup membantu kamu karena kamu enggak akan denger apapun yang mereka bicarain...jadinya nggak perlu sakit hati deh atau tersinggung ma hal tersebut, namun imbalannya kamu bakal sakit badan....karena digebukin orang serumah...so don't try this at home....just kidding aja.....
moment2 puasa dan lebaran memang paling tepat untuk saling menjalin keakraban dan mempererat hubungan yang renggang/ tidak harmonis. dan poin pentingnya adalah, kadang nggak mudah untuk bisa memaafkan orang yang telah menyakiti kita (secara mental), baik itu yang berupa perkataan dan perlakuan. hati selalu memiliki batas yang tipis,,,, sekali dia hancur, maka akan sulit mengembalikannya seperti semula....
dan poin penting lainnya adalah kita mesti memiliki maaf seluas samudra untuk bisa memaafkan (dlm konteks ini adalah konflik keluarga), karena biar gimana pun mereka tetap keluarga kita. bersyukurlah karena kita nggak sendiri di dunia ini,,,,kita masih punya keluarga walaupun dengan keadaan keluarga yang enggak sesempurna yang kita harapkan......
ayo,,,,pulkam buat yang belum pulkam ^_^ mo barengan!

twitter aw..aw....plurk...oh.....oh.....

sejak tadi malam, entah setan mana yang merasuki otak pikiranku ini....iseng2 coba bikin twitter...mungkin kesannya telat kali yah,,,,karna kalau nggak salah twitter sendiri udah ada sejak tahun 2006 (kalau salah sorry yah), kesalahan ada pada mata saya yang kurang dapat membaca dengan baik.....
awal mulanya adalah sejak melihat twitternya Raditya Dika, aku juga pengin memperluas hubungan pertemanan, meskipun pada dasarnya aku sama sekali nggak paham dengan seluk beluk twitter itu sendiri.....modal nekad aja, learning by doing bahasa kerennya.....prinsip aku biarpun nggak terlalu ngerti dan nggak sepenuhnya bisa menggunakan, seenggaknya aku punya deh....
tidak hanya sampai di situ saja, virus twitter ini dengan sukses berhasil aku tularkan pada adik tingkat di kos, untuk menyamarkan identitas dirinya, sebut saja dia melati. tuh anak memang pada dasarnya udah tertarik pengin bikin twitter but keberuntungan belum berpihak padanya,,,,berkali2 dia coba tuk bikin namun selalu gagal. baru ketika kami bersama2 membuka situs tersebut, dia berhasil bikin twitter.
sekali lagi dengan kenekatan yang amat narsis, kami berdua memfollow banyak nama2 beken di luar sana (luar Banjarmasin maksudnya) kayak luna maya, sherina munaf, dikta nuno, kevin aprilio, indra Lyla end of course tentu aja Raditya Dika......
malam ini, iseng2 juga nanya ma salah satu teman aku lewat chat di FB tentang twitter,,,sekalian juga nanya apa dia punya apa tidak. dan ternyata tuh anak dah duluan punya,,,,dan dia juga bilang kalau dia juga punya alamat Plurk....mampus deh, apa lagi tuh, twitter aja belum beres, dah muncul satu lagi. ampun deh,,,,,kayaknya aku mesti berpikir untuk kursus komputer dan internet nih, tapi masa sih harus sampe segitunya.....mending juga kalau pengin kursus kayaknya lebih cocok dan berguna kalau aku ikut kursus bahasa inggris. kali2 aja ntar malah terdampar di negara yang mayoritas penduduknya menggunakan bahasa inggris. kan aneh aja, kalau aku menggunakan bahasa isyarat di sana cuma karena keminiman kemampuan berbahasa, mau dikemanakan nama baik bangsa dan negara tercinta ini....jauh banget yah ngayalnya.
namun prinsip harus dijunjung tinggi, meskipun badai dan ombak datang menerpa kita tidak boleh goyah (dasar lebay). lagi dan lagi aku nyoba buat ikutan bikin plurk. sumpah deh, bukannya malah lebih mudah dari twitter, aku merasa lebih ribet deh....nggak ngerti mau ngapain dengan plurk itu sendiri....oh help me buat yang berbaik hati baca tulisan ini, kali aja pengin beramal di bulan ramadhan ini, kasih petunjuk gimana cara menggunakan plurk sesuai dengan fungsinya. silahkan kirim ke email aku di sherry_mulia@yahoo.com end kalau bisa twitter juga sekalian yah.....hehe
atas perhatiannya sherry ucapin thanks a lot....dan setiap kebodohan yang tertera di atas mohon dimaklumi aja,,,,yang namanya manusia nggak pernah ada yang sempurna......dan jangan pernah berhenti belajar dari setiap ketidaksempurnaan yang kita miliki....


Minggu, 30 Agustus 2009

curhat yuk

apa yang terlintas dalam pikiran kita ketika mendengar istilah curhat, ada yang bilang kalau curhat itu identik dengan para cewek. menurutku tidak juga, para cowok juga bisa curhat kok, cuman mungkin nggak seintensif para cewek, namun pada dasarnya mereka juga suka cerita. dan aku punya beberapa pengalaman tentang hal itu. entah kenapa yah, mulai dari jaman SMA dulu, eh salah jeng, maksudanya MAN gitu loh, maklum diriku kan masuk sekolah yang berbasis keagamaan,,,mungkin maksud orang tua biar kembali ke jalan yang benar.hehe
beberapa diantara mereka juga suka curhat dan masalahnya pun beragam sebenarnya, dari masalah keluarga sampe masalah perasaan. heran juga sih, kayaknya mereka percaya2 aja sama diriku ini, karena muka lugu kali yah (nggak punya tampang kriminal sih buat beberen rahasia orang). pernah suatu kejadian, temen aku yang cowok, anggap aja deh inisialnya H pacaran sama temanku yang cewek yang inisialnya V. ketika masalah datang menerpa hubungan mereka, keduanya malah curhat sama aku, untungnya nggak diwaktu yang sama...kalau iya nggak lucu juga kali kalau aku mesti ngatur jadwal buat melayani curhat2nya mereka. sebenarnya aku sih fine2 aja ngedengerin setiap curhat yang datang, yah itung2 belajar lah. belajar dari masalah dan pengalaman orang lain. dan juga bagus juga buat referensi ceritaku (kalau sewaktu2 nggak ada inspirasi buat nulis).
nggak semua mantan pasienku sih berakhir indah dengan masalahnya, paling tidak mereka bisa sedikit lega karena menemukan tempat yang tepat untuk berbagi cerita/ selama masih dalam batas kewajaran. wajar dalam arti kata 'ketika ingin curhat, mesti liat situasi dan kondisi juga'. ini kode etik yang harus dipegang teguh oleh curhater. jangan sampe ada tragedi orang masuk rumah sakit karena habis digebuki oleh teman curhatnya, habisnya curhat di saat yang nggak tepat ^_^. di samping itu menjadi mendengarkan orang curhat, haruslah menjadi pihak yang netral, kalau nggak, salah2 kamu bisa menjadi pihak ketiga yang memperkeruh masalah mereka atau bahasa lainnya, kamu dikatakan terlalu mencampuri urusan orang lain....ih jangan sampai deh ada yang beranggapan seperti itu.....
kembali ke masalah curhat mengenai masalah kedua temanku itu, walaupun akhirnya enggak bisa menyelesaikan masalah mereka dengan baik karena enggak pernah diselesaikan juga, enggak ada iktikad baik dari kedua belah pihak, jadinya hubungan mereka berakhir di ujung jalan. sang cewek merasa cowoknya kurang perhatianlah, kurang bisa mengerti perasaan dia lah, terlalu cueklah. sedangkan sang cowok merasa sudah cukup maksimal dalam menjalani hubungan itu, walaupun kadang dia juga masih suka keingat ma mantan pacarnya sebelum yang sekarang. siapa yang salah di antara mereka? aku rasa enggak juga, setiap punya ukuran dan takaran yang berbeda2 dalam memandang setiap hal. sang cewek sah2 saja kalau beranggapan seperti itu, begitu juga sang cowok, lagipula keingat ma mantan bukan berarti kita mengharapkan dia kembali kan. kalau udah berlebel mantan berarti dia pernah hadir dan mengisi hidup kita, yah dihargai lah. tinggal gimana untuk mengkomunikasikannya dengan baik, biar sama2 tahu apa yang dimau.
di awal2 masuk kuliah dulu, mungkin ada kali yah disemester 2. aku punya kakak tingkat yang sangat suka curhat dan dia cowok. kebetulannya lagi, dia naksir berat ma teman aku. dan jadilah diriku menjadi tempat curhatnya. lucunya lagi, sebelum dia ngapel ke tempat teman aku itu, dia mampir dulu ke tempatku. alih2 nya nyusun strategi. salah satu kebanggan menjadi tempat curhat berarti kita masih dipercaya ma orang lain, contohnya dia mau cerita sama kita. akhirnya, apapun masalahnya, setiap orang pasti memilikinya. hanya saja, apa yang kita anggap masalah belum tentu menurut orang lain juga masalah. manusia itu berbeda2 isi hati dan pikirannya. setiap orang juga bebas2 aja untuk menyusun strategi dalam menghadapi masalahnya,,,,caranya terserah masing2......dan dengan curhat bisa aja menjadi salah satunya.......selamat bercurhat ria!!!!!!

Jumat, 28 Agustus 2009

kangen kampuzzzzzz

pusing deh, banyak yg bilang klo lulus kuliah itu enak but bagiku sebenarnya lebih enakan ketika awal masuk kuliah deh. apalagi pas kemarin ke kampus ngeliat anak2 MaBa pke almamater kuning kebanggaan, jdi ingat zaman2 dulu juga, tepatnya 4 tahun yg lalu. ya waktu masih culun2 gitu deh, walaupun sekarang tetep aja culun, hehe. kasian juga sih liat mereka, ngelaksanain P2B ketika bulan puasa gini. tapi kayaknya nggak akan terlalu ngaruh sama kesenangan mereka bisa menempus dunia perkampusan yg penuh dengan halangan dan rintangan....lebay deh. nggak segitunya juga kale. begitulah kira2 perjuangan untuk menjadi mahasiswa, harus bersaing dengan ribuan orang. dan aku ingat dulu, 4 tahun yang lalu, persaingannya nggak segitu2nya.
kadang suka kangen juga ma keadaan di kampus, mulai dari bolos kuliah lantas nongkrong di payung sampe harus begadang buat ngerjain tugas.... keadaan yg enggak akan ditemui ketika sudah lulus, apalagi buat teman2 yg sudah angkat kaki dri BJM, bakal susah tuh buat berkangen-kangenan ma kampus lagi.....secara masing2 dah pada sibuk buat merangkai masa depan selepas memegang gelar sarjananya.