Minggu, 30 Agustus 2009

curhat yuk

apa yang terlintas dalam pikiran kita ketika mendengar istilah curhat, ada yang bilang kalau curhat itu identik dengan para cewek. menurutku tidak juga, para cowok juga bisa curhat kok, cuman mungkin nggak seintensif para cewek, namun pada dasarnya mereka juga suka cerita. dan aku punya beberapa pengalaman tentang hal itu. entah kenapa yah, mulai dari jaman SMA dulu, eh salah jeng, maksudanya MAN gitu loh, maklum diriku kan masuk sekolah yang berbasis keagamaan,,,mungkin maksud orang tua biar kembali ke jalan yang benar.hehe
beberapa diantara mereka juga suka curhat dan masalahnya pun beragam sebenarnya, dari masalah keluarga sampe masalah perasaan. heran juga sih, kayaknya mereka percaya2 aja sama diriku ini, karena muka lugu kali yah (nggak punya tampang kriminal sih buat beberen rahasia orang). pernah suatu kejadian, temen aku yang cowok, anggap aja deh inisialnya H pacaran sama temanku yang cewek yang inisialnya V. ketika masalah datang menerpa hubungan mereka, keduanya malah curhat sama aku, untungnya nggak diwaktu yang sama...kalau iya nggak lucu juga kali kalau aku mesti ngatur jadwal buat melayani curhat2nya mereka. sebenarnya aku sih fine2 aja ngedengerin setiap curhat yang datang, yah itung2 belajar lah. belajar dari masalah dan pengalaman orang lain. dan juga bagus juga buat referensi ceritaku (kalau sewaktu2 nggak ada inspirasi buat nulis).
nggak semua mantan pasienku sih berakhir indah dengan masalahnya, paling tidak mereka bisa sedikit lega karena menemukan tempat yang tepat untuk berbagi cerita/ selama masih dalam batas kewajaran. wajar dalam arti kata 'ketika ingin curhat, mesti liat situasi dan kondisi juga'. ini kode etik yang harus dipegang teguh oleh curhater. jangan sampe ada tragedi orang masuk rumah sakit karena habis digebuki oleh teman curhatnya, habisnya curhat di saat yang nggak tepat ^_^. di samping itu menjadi mendengarkan orang curhat, haruslah menjadi pihak yang netral, kalau nggak, salah2 kamu bisa menjadi pihak ketiga yang memperkeruh masalah mereka atau bahasa lainnya, kamu dikatakan terlalu mencampuri urusan orang lain....ih jangan sampai deh ada yang beranggapan seperti itu.....
kembali ke masalah curhat mengenai masalah kedua temanku itu, walaupun akhirnya enggak bisa menyelesaikan masalah mereka dengan baik karena enggak pernah diselesaikan juga, enggak ada iktikad baik dari kedua belah pihak, jadinya hubungan mereka berakhir di ujung jalan. sang cewek merasa cowoknya kurang perhatianlah, kurang bisa mengerti perasaan dia lah, terlalu cueklah. sedangkan sang cowok merasa sudah cukup maksimal dalam menjalani hubungan itu, walaupun kadang dia juga masih suka keingat ma mantan pacarnya sebelum yang sekarang. siapa yang salah di antara mereka? aku rasa enggak juga, setiap punya ukuran dan takaran yang berbeda2 dalam memandang setiap hal. sang cewek sah2 saja kalau beranggapan seperti itu, begitu juga sang cowok, lagipula keingat ma mantan bukan berarti kita mengharapkan dia kembali kan. kalau udah berlebel mantan berarti dia pernah hadir dan mengisi hidup kita, yah dihargai lah. tinggal gimana untuk mengkomunikasikannya dengan baik, biar sama2 tahu apa yang dimau.
di awal2 masuk kuliah dulu, mungkin ada kali yah disemester 2. aku punya kakak tingkat yang sangat suka curhat dan dia cowok. kebetulannya lagi, dia naksir berat ma teman aku. dan jadilah diriku menjadi tempat curhatnya. lucunya lagi, sebelum dia ngapel ke tempat teman aku itu, dia mampir dulu ke tempatku. alih2 nya nyusun strategi. salah satu kebanggan menjadi tempat curhat berarti kita masih dipercaya ma orang lain, contohnya dia mau cerita sama kita. akhirnya, apapun masalahnya, setiap orang pasti memilikinya. hanya saja, apa yang kita anggap masalah belum tentu menurut orang lain juga masalah. manusia itu berbeda2 isi hati dan pikirannya. setiap orang juga bebas2 aja untuk menyusun strategi dalam menghadapi masalahnya,,,,caranya terserah masing2......dan dengan curhat bisa aja menjadi salah satunya.......selamat bercurhat ria!!!!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar